Wacana, pikiran, pekerjaan, reportase dan laporan pandangan mata-cepat dari sudut pandang saya pribadi mengenai kegiatan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan berbagai aktivitas pribadi. Ini hanya berupa pandangan pribadi tidak terkait dengan pihak manapun.
Ayo Gabung!
Friday, August 29, 2014
Friday, March 28, 2014
Saturday, October 26, 2013
Platform komunikasi/SKP gratis bagi dokter Anggota IDI
Sejawat Dokter yang terhormat,
IDI selalu berkeinginan untuk memberikan pelayanan yang
terbaik bagi seluruh Anggota IDI. Pada kenyataannya banyak sekali dokter kita
yang tersebar dan terpencar di seluruh kepulauan Indonesia dan mengalami
kendala komunikasi serta kesulitan untuk mendapatkan akses pelatihan, sehingga
kami berupaya memperbaiki keadaan ini.
Dengan gembira kami umumkan bahwa dalam waktu beberapa
minggu ke depan IDI akan menawarkan sebuah platform komunikasi online
terbaru. Kami akan memuat fitur-fitur
yang dapat memenuhi kebutuhan informasi kedokteran yang penting dan kami juga
menambahkan beberapa fitur gratis. Platform yang baru ini bersifat eksklusif hanya untuk Anggota IDI,
aman dan berbasis web. Sejawat Dokter Anggota IDI akan dapat:
1) Melakukan PKB secara online (dengan nilai SKP
IDI-terakreditasi)
2) Memperbaharui dan menambah nilai SKP Anda
3) Mengakses berita medis terbaru baik secara lokal
maupun global
4) Terhubung dengan dokter lain di Indonesia dari
spesialisasi apapun
5) Membuat profil pribadi yang aman
6) Berkomunikasi langsung dengan IDI
Semua ini gratis!
Simpanlah link ini: www.hellodoctor4drs.co.id di web
browser Anda dan silakan mendaftar minggu depan, dan jadilah bagian dari
gerakan terbaru di dunia Kesehatan Indonesia!
Platform komunikasi ini terwujud berkat kerjasama antara
Primkop-IDI dengan Hello Doctor (Pty).
Salam,
Dr. Kadarsyah, MS
Primkop-IDI
Friday, August 02, 2013
Budi baik Dr. Lisa Hasibuan, Sp.BP.
Monday, July 08, 2013
Monday, May 13, 2013
Kemandirian profesi hanya terwujud dalam kemerdekaan ekonomi
Pada tingkat rumah sakit dengan para dokter
spesialis juga bisa menggunakan pola serupa. Dimana kemerdekaan profesi tidak
dikangkangin oleh pemodal/pemilik.
Kalau kita googling, ini dikerjakan juga di Amerika Serikat dengan pola Kaiser Permanente. Didirikan 1945 oleh industrialist Henry J. Kaiser dan seorang dokter Sidney Garfield, Kaiser Foundation Health Plan/Kaiser Foundation Hospitals bergabung bersama dengan Permanente Medical Groups. Jadilah Kaiser-Permanente.
Dalam posisi sederajat, tidak ada lagi hubungan mucikari-PSK. Kemandirian profesi hanya akan terwujud dalam kemerdekaan ekonomi.
Konsep ini, valid diterapkan di layanan primer maupun sekunder (dokter umum maupun dokter spesialis).
Kalau kita googling, ini dikerjakan juga di Amerika Serikat dengan pola Kaiser Permanente. Didirikan 1945 oleh industrialist Henry J. Kaiser dan seorang dokter Sidney Garfield, Kaiser Foundation Health Plan/Kaiser Foundation Hospitals bergabung bersama dengan Permanente Medical Groups. Jadilah Kaiser-Permanente.
Dalam posisi sederajat, tidak ada lagi hubungan mucikari-PSK. Kemandirian profesi hanya akan terwujud dalam kemerdekaan ekonomi.
Konsep ini, valid diterapkan di layanan primer maupun sekunder (dokter umum maupun dokter spesialis).
Sunday, May 12, 2013
Dokter sebagai entitas pelayanan kesehatan
Dokter adalah profesional mandiri sama dengan notaris,
lawyer, arsitek.
Kita ambil contoh: Notaris. Notaris bekerja di suatu
ruangan/kantor secara fisik ada meja, kursi, AC, listrik, air, internet,
filing, brankas, komputer dlsb.
Ada Asosiasi Developer, mau kontrak untuk menggunakan
jasa notaris. Kepada siapa dia akan berkontrak? tentu akan kontrak dengan
notaris.
Kalau sekarang para developer tersebut ingin kontrak
dengan asosiasinya, siapa yang akan diajak berunding? Pastilah akan diskusi
dengan INI (Ikatan Notaris Indonesia).
Seandainya kantor notaris tersebut dimiliki oleh
seseorang. Kemudian orang2 yang memiliki kantor2 ini bergabung menjadi Asosiasi
Pemilik Kantor Notaris (misal namanya: Aspekan). Mana yang berhak negosiasi
dengan Asosiasi Developer tadi, apakah Aspekan? atau INI? Pastilah jawabannya
INI.
Pertanyaannya: dalam hal dokter, apakah BPJS nego dengan
dokter/IDI ataukah dengan asosiasi pemilik fisik klinik (asosiasi fasilitas
kesehatan)?
Monday, April 15, 2013
Fokus ke "Mutu"
Kalau saja kita mengartikan hubungan kerja ini dalam
perspektif bisnis murni, maka posisi kita adalah “seller” pihak lain apakah
pemerintah, BPJS, rumah sakit, klinik, pasien semuanya adalah “buyer”. Disatu
pihak/seller menyediakan jasa layanan kesehatan, dilain pihak/buyer membutuhkan
layanan kesehatan.
Posisi setara antara individu2 tersebut, hubungan
keperdataan, tidak bisa saling memaksa. Kita mempunyai kualifikasi sebagai
seller (ada Ijazah Dokter, STR, SIP,
Kompetensi SKDI, standar2 terpenuhi) dan mempunyai hak kerja 40 jam/minggu,
untuk layanan tersebut ada harga wajar yang menurut IDI, 2008 adalah Rp 27 -38
juta/bulan untuk dokter umum atau kalau mau dihitung harga per jam: Rp
170.000/jam.
Kita baru bisa klaim harga demikian bila kualitas kita
sesuai, jadi perlu sekali menentukan kualitas tersebut (sekarang dengan SKDI
2012 relatif lebih mudah, ini dulu coba uji diri, berapa persen kompetensi
kita?). Kalau kurang maka harus ada penyesuaian tentunya, artinya mutu kurang
harga kurang. Yang menjaga mutunya dan menyatakan mutunya sekian siapa?. Ya
organisasi profesi (Dalam hal kita: IDI) Kalau “buyer” mau membeli jasa
“seller” lebih rendah, ada beberapa pilihan: 1. Menolak, tidak jadi PNS, Askes,
atau apapun yang tidak sesuai dengan harga kita. 2. Menerima karena mungkin
berjiwa sosial, sudah kaya atau terpaksa tak ada pilihan lain. Bagi yang
menolak tentu bisa mencari pasar lain yang sesuai, misalnya pasien menengah ke
atas bukan masuk ke low socioeconomic class.
Nah, untuk kategori menerima dengan terpaksa, kita tidak
bisa berjuang sendiri harus ber-sama2 itulah salah satu peran organisasi yang
saya sebut peran Politik/pertarungan kekuasaan, sama seperti peran serikat
buruh. Mengapa demikian? Karena menghadapi kekuatan besar tidak bisa sendiri2.
Ini juga peran IDI.
Apakah ada cara lain? Ada, yaitu jalan ekonomi.
Pendapatan Rp 27-38 juta itu sejatinya adalah saldo dari penerimaan –
pengeluaran. Dalam ekonomi ada efisiensi yang artinya menekan pengeluaran
sehingga saldo membesar. Bisa diperankan oleh individu maupun ber-sama2, salah
satu contohnya adalah koperasi.
Demikian pendapat saya, mengapa kita harus kuat di posisi
“seller” dulu.
Friday, April 12, 2013
Gonjang-ganjing Premi BPJS
Yang banyak disorot
dan dikhawatirkan adalah besaran PBI (penerima bantuan iuran) alias orang
miskin yang 86 juta (dan akan menurun sesuai dengan tingkat kemakmuran negara).
Sisanya pegawai negeri, buruh, tani, TNI, polisi, pegawai BUMN, sektor informal, pensiunan, veteran, dlsb
ada lebih 100 juta penduduk. Ini preminya bervariasi dan besar2. BPJS adalah
bandar (pool) saja yang ngumpulkan premi, berapa besarnya uang yang terkumpul
di pot itu yang perlu dicermati.
Kita sebagai dokter jangan membicarakan uang, tapi kukuh pada kualitas layanan yang dicerminkan dalam kompetensi, credentialing, audit medik, keterampilan klinis, standarisasi pelayanan, sarana, prasarana, peralatan, obat rasional, evidence based, kriteria rujukan dan semua hal yang terkait dengan profesionalitas.
Kalau jualan mobil kita mesti tetap dijalur premium "mercedes", nah untuk itu ada harga, ada biaya. Itulah yang dinegosiasikan antara "mutu" (dokter) dan "pot" (BPJS). Pasti ada tarik ulur, Pemerintah lah yang akan jadi wasit karena keduanya kan rakyatnya juga, rakyat dokter dan rakyat pasien/penduduk.
Mari benahi dan konsentrasi di domain kita saja, SKDI keluaran KKI, 2012, coba ukur sudah dimanakah dokter umum kita (Level 4A)? Pilot juga ada setrip 1, 2, 3, 4 beda2 kompetensi dan beda2 pula imbal jasanya. Dokter umum juga begitu 70, 80, 90, 100% SKDI? Jangan ngarep dibayar pilot boeing 747 kalau kompetensinya cuman fokker 28
Kita sebagai dokter jangan membicarakan uang, tapi kukuh pada kualitas layanan yang dicerminkan dalam kompetensi, credentialing, audit medik, keterampilan klinis, standarisasi pelayanan, sarana, prasarana, peralatan, obat rasional, evidence based, kriteria rujukan dan semua hal yang terkait dengan profesionalitas.
Kalau jualan mobil kita mesti tetap dijalur premium "mercedes", nah untuk itu ada harga, ada biaya. Itulah yang dinegosiasikan antara "mutu" (dokter) dan "pot" (BPJS). Pasti ada tarik ulur, Pemerintah lah yang akan jadi wasit karena keduanya kan rakyatnya juga, rakyat dokter dan rakyat pasien/penduduk.
Mari benahi dan konsentrasi di domain kita saja, SKDI keluaran KKI, 2012, coba ukur sudah dimanakah dokter umum kita (Level 4A)? Pilot juga ada setrip 1, 2, 3, 4 beda2 kompetensi dan beda2 pula imbal jasanya. Dokter umum juga begitu 70, 80, 90, 100% SKDI? Jangan ngarep dibayar pilot boeing 747 kalau kompetensinya cuman fokker 28
Saturday, April 06, 2013
Tuesday, April 02, 2013
Potret Muram Dokter Indonesia
Sudah beberapa tahun saya mengikuti milis kelompok dokter dan aktif
menulis sesuai hati nurani saya. Dan potret muram terlihat jelas, keluh kesah,
sumpah serapah, pesimisme, hilang harapan, kekecewaan, ketidakberdayaan dan
hidup yang negatif2 terhambur luas. Menurut saya, itu baik untuk menjadi
otokritik dan katarsis dari situasi mumet ini: HDI rendah, sekolah mahal,
lulusan tak standar, IDI kacau, lemah, tidak membela anggota, muktamar
amburadul, imbal jasa sesek, SJSN/BPJS pbi rendah, dianggap teroris, lebih
rendah dari polantas, tidak beretika, malpraktik, tidak menolong orang miskin,
ngambil duit dari kelas 3, pasien terlantar, ditolak rumah sakit, rujukan tidak
jalan, kongkalikong dengan farmasi, laboratorium, alkes, masuk bui/kpk, uang
konsil menguap, pasien ke singapur, dokter tak bisa komunikasi, kurang public
relation, rokok merajalela, tidak diratifikasi konvensi tembakau, ngobral janji
pengobatan gratis, TB tinggi, HIV/AIDS meningkat, narkoba di-mana2, banjir,
macet, korupsi, ..., ...., ....
Kalau diagnosis-nya seperti ini, apa treatment-nya, apa
kita biarkan saja karena prognosisnya dubia ad malam?
Menunggu "sang tokoh yang dijanjikan" sudah
tidak jamannya lagi, bagusnya mulai berpikir positif (setelah tahu semua yang
negatif itu) dan kerjakan saja yang memungkinkan kita ubah kearah yang baik.
Mulai menulis yang positif di milis ini dan gotong-royong ke arah kebajikan
barangkali sudah bisa kita mulai dari milis ini maupun dengan perbuatan nyata,
walaupun kecil2 tidak fantastis. Yakinlah dari 120.000 dokter, pasti lebih
banyak yang bekerja tekun tanpa haru-biru, berkarya terus dan memegang etika.
Se-kali2 mungkin terombang-ambing, biasa karena kita bukan malaikat. Tak ada
seorang pun dokter yang mau mencelakakan pasiennya. Hantaman kejam akhir2 ini,
semoga makin memperkuat kita para dokter untuk terus berbuat kebajikan untuk kesehatan seluruh bangsa.
Sunday, March 17, 2013
Saturday, March 02, 2013
SJSN; ANUGERAH ATAUKAH MUSIBAH TERHADAP MUTU PELAYANAN KESEHATAN BAGI MASYARAKAT (LESSON LEARNED PELAKSANAAN KJS)
SARASEHAN PENGURUS BESAR
IKATAN DOKTER INDONESIA
Rabu, 6 Maret 2013 di Sekretariat Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Jl. G.S.S.Y. Ratulangi No. 29, Menteng Jakarta Pusat
Tujuan penyelenggaraan system jaminan social nasional tentu saja tidak sekedar memberikan jaminan kepada seluruh rakyat untuk memenuhi akses terhadap pelayanan kesehatan, akan tetapi bagaimana masyarakat juga mendapat jaminan kualitas terhadap pelayanan yang diterima.
Rendahnya kualitas pelayanan kesehatan dapat mengakibatkan hilangnya nyawa akibat medical errors, hilangnya pendapatan, pelanggaran etika dan citraburuk dari penyedia pelayanan kesehatan.
Kualitas pelayanan kesehatan dipengaruhi oleh berbagai variable antara lain besaran pembayaran, kualitas dan perilaku tenaga kesehatan, kecukupan suplai obat, kecukupan alat diagnostic dan suplai bahan lainnya.
Besaran pembayaran terhadap fasilitas kesehatan akan mempengaruhi pemerataan terhadap sebaran fasilitas kesehatan karena itu diperlukan pembayaran dengan baik sesuai dengan harga keekonomian.
Rabu, 6 Maret 2013 di Sekretariat Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Jl. G.S.S.Y. Ratulangi No. 29, Menteng Jakarta Pusat
Tujuan penyelenggaraan system jaminan social nasional tentu saja tidak sekedar memberikan jaminan kepada seluruh rakyat untuk memenuhi akses terhadap pelayanan kesehatan, akan tetapi bagaimana masyarakat juga mendapat jaminan kualitas terhadap pelayanan yang diterima.
Rendahnya kualitas pelayanan kesehatan dapat mengakibatkan hilangnya nyawa akibat medical errors, hilangnya pendapatan, pelanggaran etika dan citraburuk dari penyedia pelayanan kesehatan.
Kualitas pelayanan kesehatan dipengaruhi oleh berbagai variable antara lain besaran pembayaran, kualitas dan perilaku tenaga kesehatan, kecukupan suplai obat, kecukupan alat diagnostic dan suplai bahan lainnya.
Besaran pembayaran terhadap fasilitas kesehatan akan mempengaruhi pemerataan terhadap sebaran fasilitas kesehatan karena itu diperlukan pembayaran dengan baik sesuai dengan harga keekonomian.
Pemerintah
melalui Menteri Keuangan
(Menkeu) telah mengirim surat
kepada Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) tertanggal 6 Februari 2013 yang menyatakan bahwa anggaran yang dialokasikan dalam
APBN 2014 sebesar Rp16,07 triliun bagi 86,4 juta jiwa atau sekitar Rp15.500 per
orang per bulan untuk PBI (Penerima Bantuan Iuran) yaitu masyarakat
miskin. (Metro
TV news, 22 Februari 2013).
Angka ini lebih kecil dibandingkan dengan
usulan tim pokja pelaksana BPJS yang terdiri dari berbagai sector termasuk pakar
asuransi serta pembiayaan kesehatan yaitu sebesar Rp22.200 per orang per bulan. Begitu
pula dengan jumlah penduduk miskin yang dijamin menurun dari 96,4 juta jiwa
menjadi 86,4 juta jiwa. Banyak pengamat menyatakan bahwa dengan alokasi iuran sebesar
Rp 15.500 per orang menunjukkan komitmen pemerintah terhadap pelayanan
kesehatan utamanya bagi masyarakat miskin masih jauh dari harapan.
Panelis
1.
Basuki
Tjahaja Purnama (Wakil Gubernur DKI Jakarta)
Lesson
Learned Pelaksanaan Program Kartu Jakarta Sehat
2.
Prof.
Dr. Hasbullah Thabrany, MPH, Dr.PH (Pakar Kebijakan Kesehatan)
Implikasi SJSN terhadap mutu
pelayanan kesehatan masyarakat
3.
Ir.
Soepriyatno (Wakil Ketua Komisi IX DPR RI)
Peran legislasi dalam mengawal
standar mutu pelayanan kesehatandi era SJSN
4.
DR.
Drs. Chazali Situmorang, Apt (KetuaDewan Jaminan Sosial Nasional)
Kesiapan stake holderberkaitan regulasi pelaksanaan SJSN dan implikasinya
terhadap mutu pelayanan kesehatan
5.
DR. Dr.
Fachmi Idris, M.Kes (Direktur Utama P.T. Asuransi Kesehatan)
Kesiapan P.T. Askes dalam pelaksanaan SJSN berkaitan
standar mutu pelayanan kesehatan
Monday, February 25, 2013
Sunday, February 24, 2013
Cara Aktivasi Paket XL Komunitas Dokter Indonesia
CARA AKTIVASI 1:
1.
Silakan aktifkan kartu XL yang Anda dapatkan
dari semua konter penjualan kartu XL.
2.
Kirim Nama Lengkap, NPA IDI, No XL melalui:
a.
SMS ke 0817 0324 7777
3.
Verifikasi akan dilakukan oleh Primkop-IDI
lalu mengirimkan ke XL untuk aktivasi.
4.
Tergabung dalam Komunitas Dokter Indonesia
dalam waktu 1x24 jam setelah verifikasi oleh Primkop-IDI.
5.
Tekan *123*266# untuk mengecek apakah Anda
telah tergabung atau belum.
a.
Sudah tergabung : “ Anda sudah tergabung
dalam XL Community, silakan isi ulang untuk menikmati gratis bicara +SMS
seharian”
b.
Belum tergabung : “ Maaf Anda belum tergabung
dalam XL Community “
6.
Bila telah tergabung, segera lakukan isi
pulsa sebesar Rp 25.000 (dua puluh lima ribu rupiah).
CARA AKTIVASI 2:
1.
Silakan aktifkan kartu XL yang Anda dapatkan
dari semua konter penjualan kartu XL.
2.
Ketik *123*667#
3.
Pilih: Ikatan Dokter Indonesia ( menu nomor 3
)
4.
Masukkan password: hbdi20mei (tidak case
sensitive).
5.
Mengisi field yang ada di menu *123*667#
6.
XL collect data daily untuk di serahkan ke
Primkop IDI
7.
Verifikasi oleh Primkop-IDI lalu mengirimkan
ke XL untuk aktivasi
8.
Tergabung dalam Komunitas Dokter Indonesia
dalam waktu 1x24 jam setelah verifikasi oleh Primkop-IDI.
9.
Tekan *123*266# untuk mengecek apakah Anda
telah tergabung atau belum.
a.
Sudah tergabung : “ Anda sudah tergabung
dalam XL Community, silakan isi ulang untuk menikmati gratis bicara +SMS
seharian”
b.
Belum tergabung : “ Maaf Anda belum tergabung
dalam XL Community “
10.
Bila telah tergabung, segera lakukan isi
pulsa sebesar Rp 25.000 (dua puluh lima ribu rupiah).
Manfaat Paket XL Komunitas Dokter Indonesia
1.
Gratis bicara (nelpon) ke seluruh nomer XL
anggota Komunitas Dokter Indonesia yang terdaftar selama 24 jam
selama 30 hari.
2.
Gratis SMS seluruh nomer XL anggota Komunitas
Dokter Indonesia yang terdaftar selama 24 jam selama 30 hari.
3.
Caranya cukup isi pulsa sebesar Rp 25.000 (dua puluh lima ribu rupiah).
Manfaat pada no 1 dan 2 tidak memotong pulsa. Pulsa hanya akan terpotong bila
digunakan untuk keperluan lain selain ketentuan No 1 dan 2 di atas.
4.
Bulan berikutnya manfaat no 1 dan no 2 dapat
dinikmati kembali setelah kembali melakukan isi ulang Rp25.000.
5.
Manfaat no 1 dan no 2 tidak berlaku
akumulatif. Masa manfaat 30 hari tidak berlaku akumulatif dan mengacu pada isi
ulang terakhir.
6.
Sebelum Anda menikmati manfaat no1 dan no 2,
pastikan Anda sudah menerima SMS Notifikasi setelah melakukan isi ulang : “
Selamat ! Nikmati gratis bicara+SMS seharian ke sesama group! Berlaku s/d
xx-yy-zzzz. “
7.
Apabila ada kendala dan keluhan, Anda bisa
menghubungi call centre dengan menelpon ke 817 atau email ke : CustomerService@xl.co.id dengan
menyebutkan data-data sbb :
a.
Sebutkan Anda telah tergabung dalam komunitas
Ikatan Dokter Indonesia ( IDI )
b.
Tanggal isi ulang terakhir dan besar nominal
isi ulang.
c.
Nomer tujuan nelpon atau SMS dan besar
nominal pulsa terpotong.
Wednesday, February 20, 2013
Berita Duka Cita
Assalamu'alaikum wr. wbr.
Inna Lillaahi Wa Innaa Ilaihi Raji'un
Telah berpulang ke Rahmatullah
Dr. MONIKA MOCHTAROVA, MA
Tenaga Ahli pd Deutsche
Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) GmbH Bonn/Isteri Ing.
Achmad Mochtar,M.Sc., Sekjen ICMI ORWIL EROPA,
Pada Kemis, 14 Pebruari 2013, Pukul 22,25 (Wkt Jerman)
di RS Johanniter Bonn – Jerman.
Jenazah almarhumah akan dimakamkan pada Kemis, 21
Februari 2013,
Pukul 13.00 (Wkt Jerman) di Pemakaman Nordfriedhof Bonn.
Wassalamu'alaikum
wr. wb.
Den
Haag/Bonn, 18 Februari 2013
a/n Majelis Pengurus Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia
Organisasi Wilayah Eropa,
Prof. Dr. Sofjan S. Siregar, MA
Ketua
Tuesday, February 19, 2013
Gugur dalam Pengabdian: Dr. Meimun Hidayati
Almarhumah Dr Meimun adalah lulusan Fak Kedokteran UNPAD
angkatan masuk 1993, dan lulus pada tahun 2000. Beliau lahir di Tegal, tanggal
11 Mei 1976.
Semenjak lulus sampai meninggalnya beliau PTT,
berkeluarga dan menetap di sebuah tempat di Lampung tepatnya di Puskesmas
Serupa Indah Kecamatan Pakuan Ratu Kabupaten Way Kanan Lampung. Lokasi
puskesmas dengan pusat rujukan terdekat adalah 80 km, dimana 20 km-nya bisa
ditempuh dalam waktu 2 jam karena beratnya medan yang mesti dilalui.
Pada hari Jumat tanggal 15 February 2013 sekitar pukul
21, almarhumah mengeluh mules akibat kehamilan putranya yang ke-4. Dan
dikatakan oleh bidan setempat telah bukaan 8 longgar. Almarhumah mengeluh
sesak dan karena dianggap masih bagian dari proses persalinan oleh bidan maka
dilakukan posisi miring ki-miring kanan. Karena sesak terus berlangsung
maka diputuskan untuk dilakukan rujukan ke rumah sakit terdekat dengan
ambulance. Namun sekitar pukul 22.45 almarhumah dinyatakan meninggal
dalam perjalanan (DOA) sebelum mencapai rumah sakit. Almarhumah
dimakamkan di pemakaman yang berlokasi di sekitar tempat puskesmas dimana
beliau mengabdi tersebut.
Atas jasa pengabdian almarhumah baik rasanya kita
memberikan penghargaan setinggi-tingginya dan bagi keluarga yang ditinggalkan
dapat diberikan kekuatan. Sebagai bagian dari alumni FK UNPAD, jiwa
pengabdian almarhumah dapat dijadikan contoh teladan yang baik untuk
diteladani. Semoga kejadian ini bisa membawa hikmah, bahwa perlindungan
terhadap tenaga kesehatan beserta fasilitas harus menjadi perhatian lebih
serius sehingga kejadian ini tidak terulang kembali.
Demikian lebih kurangnya mohon maaf.
Tulisan Dr. Wendy Nugraha, diambil dari milis FK-Unpad.
Monday, February 18, 2013
Bantuan Air Bersih, Balelendah, Bandung, 17 Feb 2013
Bantuan air bersih untuk korban banjir Bandung Selatan. Dua mobile unit ditempatkan di Griya Prima Asri, Bale Endah, Kabupaten Bandung, di pinggir Sungai Cisangkuy. Kerjasama: IDI Kab Bandung (Ki-ka: Dr. Mulya, Dr. Kadarsyah, Dr. Mahdar, Toto/Rajawali Boxing Camp, Dr. Sri) dengan LAPI Indowater ITB, RBC, Cipta Karya PU. Mulai berproduksi 17 Februari 2013, diperkirakan masih memerlukan air bersih hingga 23 Februari 2013.
Subscribe to:
Posts (Atom)

+bisa+diakses+lewat.jpg)





