Ayo Gabung!

AYO GABUNG: Dokter_Mandiri_Sejahtera

Powered by us.groups.yahoo.com

Saturday, June 28, 2008

Kemandirian Masyarakat

Saya coba experiment di masyarakat dan cukup berhasil, tahapannya:
  1. Mental mandiri.
  2. Pengumpulan daya ekonomi (uang) via antirokok.
  3. Pemenuhan kebutuhan dasar air.
  4. Pemeliharaan air via:
    a. sumur resapan
    b. lubang biopori.
    c. penghijauan dengan jarak pagar (Jatropha curcas).
  5. Peningkatan pendapatan melalui bisnis energi (biodiesel).
  6. Koperasi/usaha bersama.

Sekarang baru sampai tahapan 4 b.
Tanggal 19 Juli 2008 saya akan ikut kursus di IPB mengenai bisnis biodiesel (minyak jarak mentah/CJO + transesterifikasi).

Ini laporan yang saya sampaikan pada milis fk-unpad:

  1. Aplikasi dilaksanakan di kampung di Jawa Barat yang saya cukup punya akses.
  2. Dimulai dengan orang, yang paling tidak diduga punya kemurnian jiwa. Saya mulai dari lingkungan mesjid (Mungkin bisa juga di kelompok pengajian, majlis ta'kim, gereja, padepokan, dlsb).
  3. Prinsip pertama kemandirian, anti mental pengemis/BLT/dlsb. Karena rakyatnya miskin dan terbiasa meminta ini sangat membingungkan. Darimana uang?
  4. Selanjutnya antirokok, uang rokok dikumpulkan dan setiap hari 1 keluarga menyisihkan 1 sendok beras dikumpulkan tiap sabtu oleh anak-anak sekolah (masjid tersebut punya PAUD, Raudathul Atfhal/TK, Diniyah/SD, Madrasah tsanawiyah/SMP. Sangat sulit, tapi antirokok tidak bisa diserahkan pada keputusan masing-masing tapi harus ada paksaan dari kelompok (baca tulisan Roby Muhammad di Kompas, saya lupa tanggalnya. Kalau tidak salah dia adiknya Dr. Kiki Lukman yang peneliti fisika di Universitas AS). Benar sekali, dalam 2 minggu bisa terkumpul hampir Rp 700.000. Uang kesehatan untuk rokok di Indonesia Rp 177 trilyun/tahun (setoran orang miskin ke para pabrik rokok). Kita hentikan.
  5. Kemudian diarahkan kepada kebutuhan yang sangat mendasar yaitu air. 157 juta orang Indonesia (79%) tidak mendapat air bersih. Dengan uang tadi merevitalisasi mata-air, membuat bak penampung, filter zeolith, pompa Alcon, perpipaaan, bak reservoir. Karena telah tumbuh kemandirian: tanah diwakafkan oleh mereka, gotong-royong, maintenance dari uang antirokok & beras 1 sendok (beras perelek, dalam bahasa Sunda).
  6. Sekarang menjaga air akan sustainable yaitu dengan menanam air sudah dilaksanakan sumur resapan dan lubang biopori (hasil penelitian IPB) serta penghijauan.
  7. Penghijauan digunakan pohon jarak pagar (Jatropha curcas), yang cepat dipanen (6 bulan), tahan 20-50 tahun, ditanam dilahan marginal/tidak produktif. Ini baru mulai.
  8. Biji jarak bisa untuk mengganti minyak tanah. Komsumsi BBM untuk rumah tangga tahun 2007 di Indonesia: 62 juta barrel. Yang sekarang pemerintah megap-megap.Tahapannya: biji jarak matang dipetik (5-6 kg/pohon/tahun, rendemen 35% CJO = crude jatropha oil). Dipipil. Kemudian di pres keluar CJo. Ini bisa untuk masak, kulit pipilan tadi bisa dipres dibuat briket juga bisa untuk masak. Kalau mau dilanjutkan dan sudah punya uang bisa jadi biodiesel setelah melalui proses transesterifikasi, kira-kira 95% solar. Kalau kebutuhan sudah terpenuhi, bisa dijual karena bisnis energi tidak pernah turun/rugi sama seperti dengan bisnis air.
  9. Nah, disinilah mulai penguasaan kapital/alat produksi melalui pendirian Koperasi yang merupakan jalan tengah antara marxis/komunis dan kapitalis. Menuju Demokrasi Politik, Demokrasi Ekonomi.

Persoalan kesehatan akan mulai teratasi karena air bersih, pendapatan dari energi sekaligus penghijauan, penanaman air dan mental bukan pengemis lagi. Yang lain menyusul: penyuluhan, asuransi kesehatan, tenaga kesehatan, sarana kesehatan, obat, dlsb yang sering kita diskusikan di milis ini, karena rakyat sudah kaya, cukup makan dan mandiri-punya harga diri.

Bagi teman yang berkesempatan di desa sebagai dokter bagus juga kalau coba menjadi "Agent of Change".

No comments: