Ayo Gabung!

AYO GABUNG: Dokter_Mandiri_Sejahtera

Powered by us.groups.yahoo.com

Sunday, June 10, 2012

BPJS - Universal Coverage = Universal Screening

Wah saya bukan aktuaris, tapi pendapat saya universal coverage mesti ditekankan pada preventif jadi primadonanya adalah universal screening. Misalnya  untuk 4.000 orang @ Rp 100.000/orang/tahun untuk universal testing (tergantung umur dan risikonya), setidaknya dokter umum digaji Rp 400.000.000/tahun untuk pekerjaan preventif. Atau sebulan untuk preventif/universal testing: Rp 33.000.000

Kalau dapat Rp 27.500/bulan/orang, 4.000 populasi (usulan PB IDI ke BPJS), sebulan dapat: Rp 110.000.000.

Evidence based study-nya menunjukkan bahwa dengan universal medical check-up/screening, maka jumlah biaya untuk orang sakit turun 50% pada kelompok yang check-up teratur.

Check-up-nya murah2 dibagi atas baru lahir, anak kecil, anak sekolah, umur transisi (45 & 55 tahun), dewasa (BMI, Lingkar Pinggang, Tensi, LDL, gula darah, SGPT), screening kanker (misalnya dengan IVA bukan papsmear), imunisasi anak & dewasa. Bukan MCU yang silver, gold, platinum yang juta2 itu.

Jadi kalau hitungan orang sakit ada 600 (15% dari 4,000), keluar ongkos kuratifnya (obat, penunjang diangnostik, dlsb) turun 50%. Artinya: uang buat dokter lebih banyak. Yang sekarang surplus klinik antara 16-22% dari pendapatan, bisa jadi 30% atau 30% x (Rp 110.000.000 - Rp 33.000.000) = Rp 24.000.000.

Dokter bisa dapat uang preventif Rp 33.000.000 (kurang biaya lab sederhana, radiologi/tidak semua) + Rp 24.000.000 setidaknya lebih dari Panduan PB IDI.

Kesimpulan:
  • Minta BPJS Rp 27.500/pasien/bulan, dengan 4.000 pasien
  • Universal screening/check-up teratur diwajibkan oleh BPJS.
  • Klinik layanan primer dimiliki dokter bukan kapitalis.
  • Dokter tenang, Rakyat sehat.
  • Insya Allah.

No comments: