Ayo Gabung!

AYO GABUNG: Dokter_Mandiri_Sejahtera

Powered by us.groups.yahoo.com

Saturday, June 09, 2012

Panduan PB IDI, gaji dokter: Rp 20-30 juta/bulan


Barangkali banyak yang belum tahu bahwa PB IDI pada tahun 2008 telah menerbitkan "Panduan Kompensasi Dokter dan Jasa Medik", yang dari perhitungan di dalam Panduan tersebut untuk tahun 2011, gaji dokter adalah Rp 20-30 juta/bulan.


Muktamar Dokter Indonesia ke-28 makin dekat (Makassar, Nov 2012), BPJS Kesehatan makin dekat (Jan 2014), perjuangkan perbaikan nyata kesehatan rakyat dengan jaminan dokter tenang bekerja, laksanakan Panduan PB IDI mengenai Kompensasi dan Imbal Jasa Dokter Indonesia.

Saya ingin menyatakan bahwa imbal jasa dokter Rp 20-30 juta/bulan itu wajar dan keadaan sekarang kita digaji sama dengan ratio gaji buruh pabrik biskuit marie berbanding harga pokok pembuatan biskuit marie.

Ini hitungan bodo2an-nya:

Bila seandainya sekarang gaji dokter rata2 sebesar Rp 5 juta/bulan, maka 85.000 dokter x 12 bulan = Rp 5,1 trilyun.

Pengeluaran kesehatan total Indonesia (2011): 1% x GDP (USD 823 milyar) = Rp 78 trilyun. Nisbah gaji dokter/total uang muter = 6,52% (DOKTER) Untuk bikin 1 bungkus biskuit marie: biaya produksi = biaya bahan + biaya buruh + biaya overhead pabrik. Biaya produksi = Rp 4.003. Biaya buruh = Rp 382 atau nisbah-nya: 9,54% (BURUH PABRIK BISKUIT) Jadi, sangat mungkin Rp 20-30 juta/bulan dengan syarat obat rasional/murah, alkes murah, tidak ada kolusi, komisi, mark-up, tender bodong, kongkalikong (hidup bersih lahir/batin).

8 comments:

cici pratama said...

hm... Aku masih dikit banget nih, pengetahuan yg spt ini dok. Hehehe makasih infonya dok :D

Nyoman yenny said...

salam hormat dokter,, perkenalkan nama saya dr. Yenny, suami saya dr. Wisnu bekerja sebagai dokter PNS di Puskesmas Abiansemal II Badung sudah 3 tahun dengan gaji hanya Rp 2.000.000,- dan setelah bekerja selama 3 tahun baru mendapatkan tunjangan fungsional seharga Rp. 300.000, dan mendapatkan jasa kompensasi pasien JKBM (Jaminan Kesehatan Bali Mandara) yang seharusnya sebesar Rp. 6.000 namun setelah dipotong sana sini oleh dinas kesehatan dsb nya hanya mendapatkan Rp. 500 per pasien, dengan jam kerja Senin - Sabtu, dan jarak tempuh dari rumah ke puskesmas sejauh 30 km dengan sepeda motor dan jumlah pasien perharinya bisa mencapai 50 - 100 orang. Bayangkan dengan gaji bidan atau perawat di puskesmas nya yg hanya berbeda Rp. 200.000 dengan tingkat kesulitan kerja yg tentu saja berbeda dan masa sekolah yang mereka tempuh sangat sangat lebih ringan dari dokter dan tingkat kesulitan pendidikan yang tentu jauh lebih mudah.

dr m said...

Masalah nya panduan idi susah di terapkan kl hy sekedar panduan saja.. kl pemerintah at instansi yang mempekerjakan dokter tak melaksanakan apa tindakan idi.. apa ada sangsinya... apalagi sama pengusaha klinik.. tak ada izin aja berani.. mempekerjakan dokter belum tamat berani , tak ada str tak masalah.. apa bs jika hy sekedar panduan tanpa ada tindak lanjut nya..

dr m said...

Pandangan masyarakat terhadap profesi dokter terus berubah.. kl dulu apapun yang di lakukan dokter dianggap benar.. kl skrg lbh byk di protes bahkan dituntut dg uu.. skrg profesi dokter di pandang masy sama spt pekerja lain kr itu gaji nya dipatok lebih kurang sama.. bahkan bisa jd lahan bisnis bg pemilik modal.. ta resiko dan tuntutan hrs di tanggung sendiri.. ke tidak jelasan aturan tentang jasa dokter sangat menyengsarakan dokter.. dan sp hr ini msh blm mampu untuk memperbaiki keadaan...

dr m said...

Ketidak jelasan standar penghasilan dokter dan ketidak mampuan idi menjalankan peran nya dalam menentukan standar. selama ini lah penyebab dokter umum di bayar tidak layak. Klinik2 berlomba menekan gaji dokter dg prinsip dokter yang mau di bayar murah saja lah yang akan di pekerjakan, jg menimbulkan persaingan tidak sehat antar sesama dokter.. semua ini menjerumuskan dokter..

dr m said...

Jika hy panduan tanpa bs diterapkan. Rasa nya idi tak perlu lg bersusah2 memikirkannya.. kr tak ada gunanya..

Lusiana Ningsih said...

Mustahil dok, ....karena dokter di indonesia tidak bisa kompak bersama2 memperjuangkan kesejahteraannya sendiri, masing2 sibuk survive dan adaptasi dengan lingkungan kerjanya

Ade Yogi said...

masalahnya cuma 1 seperti dr. m said ungkapkan "dokter yang mau di bayar murah saja lah yang akan di pekerjakan, jg menimbulkan persaingan tidak sehat antar sesama dokter.. semua ini menjerumuskan dokter.."

rata2 pemilik klinik adalah dokter, sesama TS aja gak ada usaha untuk mensejahterakan?

Bagaimana yg lain.. mana pemerintah? gak dukung? mereka sibuk ngurusin banjir!!

mereka cuma bisa bilang "kan dokter pekerja sosial, tolong lah..."

klo pada teriak2 kenapa masih berebut masuk PNS? apa yg direbutin? Proyek? mana BOK yg katanya dapet banyak..

sorry dr. m said, kita gak usah ngomongin str. perawat, bidan banyak kok yg inkompetensi (buka praktek)